Thursday, May 24, 2012

FARMAKOGNOSI BUAH LADA PUTIH ATAU MERICA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat membuat makalah farmakognosi ini dengan baik dan benar.
Kami akan membahas buah lada putih atau merica yang biasa kita kenal, kami berharap dengan adanya makalah ini semua orang yang membacanya dapat mengerti dan paham dengan isinya yang telah kami bahas disini.
Demikian, makalah kami buat jika ada kesalahan kami mohon maaf sebesar-besarnya baik itu disengaja maupun tidak disengaja.


Kediri, 12 Mei 2012

Penulis

BAB I
A.   Klasifikasi ilmiah
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliophyta
Ordo                : Piperales
Famili              : Piperaceae
Genus             : Piper
Spesies           : P. nigrum
Nama binominal          : Piper nigrum L 

Piper P. nigrum (lada) menghasilkan lada hitam dan lada putih. Lada hitam yaitu buah lada yang belum masak dikeringkan bersama kulitnya hingga kulit keriput dan berwarna hitam. Lada putih yang berasal dari buah lada yang masak yang setelah diberssihkan dari kulitnya lalu dikeringkan, hingga berwarna putih

B.   Ciri-ciri tanaman
Tumbuh tumbuhan berkayu sering kali memanjat dengan menggunakan akar pelekat, dengan batang dengan berkas pengangkutan penampang melintang tampak tersebar dan tersusun dalam beberapa lingkaran.Daun daun tunggal yang tersebar dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut dengan bunga lada. Masing- masing kecil tanpa hiasan bunga, berkelamin tunggal. Biasanya muncul pada saat musim hujan. Buahnya buah batu atau buah buni, berbentuk bulat berbiji keras dan berkulit lunak.

C.   Sifat
 Lada memiliki rasa pedas, berbau khas dan aromatik. Rasa pedas dari buah lada hitam, 90-95% disebabkan oleh adanya komponen trans-piperin yang ada dalam buah kering kadarnya 2-5% dan terdiri atas senyawa asam amida piperin dan asam piperinat. Rasa pedas piperin masih ada walaupun diencerkan 1:200000. Rasa pedas juga disebabkan oleh adanya kavisin yang merupakan isomer basa piperin. Kandungan lain yang menghasilkan bau aromatic adalah minyak atsiri dengaan kadar 1-2.5% yang mengandung piperonal, eugenol, safrol, metil eugenol, dan miristissin. Lada hitam juga mengandung monoterpen dan seskuiterpen.

D.   Khasiat dan Kegunaan
Penggunaan, lada digunakan sebagai stomakik, karminatif, dan bumbu masak.
Efek farmakologis lada diantara lain:
  • Kamfena merangsang timbulnya kejang.
  • Boron meluruhkan haid, merangsang keluarnya hormone androgen dan estrogen.
  • Mencegah pengeroposan tulang, menghambat prostaglandin, relaksasi otot, menghilangkan kelelahan
  • Merangsang semangat, calamine dan chavicine
  • Merangsang syaraf pusat calamine.
Khasiat dan kegunaan yang lain :
Piperin mempunyai daya hambat enzim prostaglandin sintase sehingga bersifat antiflogistik. Piperin juga berkhasiat sebagai antioksidan, antidiare, insektisida. Sebagai anti inflamasi, parfum, Antinociceptive.

Cara ekstraksi
Ekstraksi :
Metode ekstraksi dipilih berdasarkan faktor seperti sifat bahan mentah obat  dan daya penyesuaian dengan tiap macam metode ekstraksi dan kepentingan dalam memperoleh ekstrak yang sempurna atau mendekati sempurna dari obat. Sifat bahan mentah obat merupakan faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode ekstraksi.
Dapat digunakan alat soxhlet, yang merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan suatu zat dalam suatu padatan menggunakan suatu pelarut yang sesuai. Prinsip alat soxlet yaitu pemanasan, pendinginan uap, pembasahan simplisia dan pelarutan simplisia, dengan kata lain merupakan ekstraksi berkesinambungan menggunakan alat soxlet dengan pelarut sesuai yang selalu baru sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

Cara isolasi
Karakter dasar berbagai alkaloid digunakan untuk mengisolasinya. Alkaloid diambil ke dalam larutan asam berair (umumnya asam hidroklorida, sitrat, atau tartarat) dan komponen netral atau bersifat asam dari campuran asal dipisahkan dengan ekstraksi pelarut. Setelah larutan berair dibasakan, maka alkaloid diperoleh dengan ekstraksi ke dalam pelarut yang sesuai. 

Pemurnian
Dapat digunakan dengan metode kristalisasi langsung (rekristalisasi) yang merupakan prosedur paling sederhana. Beberapa kombinasi pelarut yang sering digunakan untuk kristalisasi alkaloid meliputi metanol, etanol berair, metanol-kloroform, metanol-eter, metanol-aseton, dan etanol-aseton.
Rekristalisasi bertujuan untuk Isolasi dan identifikasi senyawa alkaloid piperin dari buah lada serta melakukan analisis kualitatif piperin dalam sampel hasil isolasi. Rekristalisasi merupakan suatu teknik pemisahan atau pemurnian suatu zat dari suatu pencemar dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dengan pelarut yang sesuai. Metode rekristalisasi menggunakan prinsip perbedaan kelarutan antara  pencemar dengan zat yang akan diambil.

KESIMPULAN

Buah lada putih atau merica merupakan rempah – rempah untuk bumbu masak sehari – hari di rumah. Selain itu merica terkenal rasanya yang sangat pedas di lidah. Khasiat dari buah merica adalah stomakik, karminatif, merangsang semangat, mencegah pengeroposan tulang, merangsang syaraf pusat, meluruhkan haid, dan merangsang timbulnya kejang. Buah lada putih atau yang biasa kita kenal dengan merica, mudah di dapat dimana saja.

0 comments:

Post a Comment

Warning !! Silahkan Copy paste asal tetap mencantumkan URL/Link Blog sebagai sumbernya. Powered by Blogger.