Wednesday, December 8, 2010

administrasi sarana dan prasarana

KATA PENGANTAR
Segalla puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, solawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah SAW. Penyusun bersyukur kepada Allah yang tealah memberikan hidayah kepada kami, semoga makalah yang berjudul “Administrasi Sarana dan Prasaran” dapat kami susun gengan baik.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu kepada para pembaca dan rekan-rekan penyusun mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bpk. Drs. H. Imam Taulabi, M.Dd. I selaku dosen mata kulia administrasi pendidikan yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini, yang berjudul “Administrasi Sarana dan Prasarana”
2. Para reka-rekan yang telah membantu baik moril maupun spiritual sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua.
Kediri, 15 November 2010
Penyusun


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.I . Latar Belakang Masalah
I.2. Rumusan Maslah
I.3. Tujuan Pembahasan
BAB II PEMBAHASAN
2.I. Administrasi Sarana Prasarana
2.2 Sarana dan Prasarana di Tinjau Dari Fungsi, Jenis, dan Sifatnya
2.3 Kronologis Oprasiona Kegiatan Administrasi Sarana dan Prasarana
BAB III PENUTUP
3.I. Kesimpulan
3.2. Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang Masalah
Berdasarka etimologis “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad” dan ministrare”, kata “ad” artinya intensif, sedangkan “ministrare” berarti melayani, membantu, atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Handari nawawi mengatakan, administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu terutama dalam lembaga pendidikan formal.
Untuk mengetahui lebih lanjut dimulai dari ruang lingkup yang paling sempit yaitu sekolah. Dalam administrasi pendidikan memiliki berbagai komponen-komponen yang digolongkan dalam sembilan golongan. Dalam hal ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah administrasi sarana dan prasarana.
Kegiatan belajar mengajar atau proses belajar mengajar akan makin baik dan berhasil bila ditunjang dengan administrasi sarana dan prasarana yang memadai.
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pengertian diatas kita perlu mengetahui tentang pengertian administrasi sarana dan prasarana. Serta mengetahui hal-hal yang terdapat dalam administrasi sarana dan prasarana.
I.3. Tujuan Pembahasan
1. pembaca diharapkan dapat mengetahui tentang pengetian administrasi sarana dan prasarana
2. pembaca dapat mengetahui sarana dan prasarana pendidikan ditinjau dari fungsi, jenis, sifatnya.
3. pembaca dapat mengetahui kronologis-oprasional kegiatan administrasi sarana dan prasarana pendidikan


BAB II
PEMBAHASAN
2.I. Pengertian Administrasi Sarana Prasarana
Secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan misalnya lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga dan sebagainya, sedangkan sarana adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan ruang, buku perpustakaan, laboraturium dan sebagaina.
Sarana pendidikan terdiri atas tiga kelompok besar yaitu :
a. Bangunan dan perabotan sekolah
b. Alat pembelajaran yang terdiri atas pembukaan danalat-alat peraga atau laboraturium
c. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat terampil
Jadi pengertian administrasi sarana dan prasarana adalah merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan agar senantiasa siap pakai PBM sehingga efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
2.2 Sarana dan Prasarana Pendidikan di Tinjau dari Fungsi, Janis, dan Sifatnya.
1. di tinjau dari fungsinya terhadap proses belajar mengajar brfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan), sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan)
2. di tinjau dari sifatnya
dapat dibedakan menjadi fasilitas fisik dan non-fisik
3. di tinjau dari sifat barangnya dapat dibedakan menjadi barang bergerak (barang yang dapat dipindahkan) dan barang tidak bergerak (barang yang tidak dapat dipindahkan)
2.3. Kronologis-Oprasional Kegiatan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
A. Perencanaan Pengadaan Barang
Perencanaan atau acara (planning/programing) adalah pengetrapan secara sistematik dari pada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan, menuju kepada tujuan yang telah ditetapkan. Suatu kegiatan administrasi tentu diawali dengan suatu perencanaan yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan.
B. Prakualifikasi rekaan
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui pembelian sebagai tindak lanjut pelaksana DIP (Daftar Isi Proyek) / DIK (Daftar Isi Kegiatan) dialkukan dengan system lelang/tender yang diikuti oleh para rekanan, untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan seperti penyalahgunaan, spekulasi, manipulasi serta perbuatan-perbuatan yang tidak baik
C. Pengadaan Barang
Pengadaan merupakan segala untuk menyediakan semua kepentingan barang/benda/jasa bagi keperluan pelaksanaan tugas. Sejalan dengan pembicaraan didepan maka pengadaan sarana dan prasarana dilakukan sebagai berikut:
1. pengadaan tanah
untuk pengadaan tanah dapat dilaksanakan dengan cara membeli, menerima hibah, menerima hak pakai atau menukar
2. pengadaan bangunan
untuk pengadan bangunan ini dapat dilaksanakan denganmembangun/mendirikan bangunan baru, mambeli, menyewa
3. pengadaan prabot
cara pengadaan prabot dapat dilakukan dengan membeli, membuat sendiri, atau menerima bantuan/sumbangan
4. pengadaan kendaraan/sumbangan
5. pengadaan saran pendidikan, alat-alat kantor dan alat-alat tulis kantor
D. Penyimpanan
Setelah pengadaan barang terealisasikan, maka kegiatan selanjutnya yang dilakukan ialah menampung/mewadahi hasil pengadaan-pengadaan barang tersebut demi keamanannya, baik yang belum maupun yang akan di distribusikan disebut penyimpanan.
Untuk keperluan penyimpanan barang biasanya digunakan gudang untunk memeprsiapkan gudang perlu diperhatikan beberapa factor pendukungnya seperti lokasi, konstruksi, dan ketentuan tata letak barang di dalamnya sesuai jenis dan sifat barangnya.
E. Inventaris
Inventaris adalah merupakan kegiatan untuk mencatat dan menyusun daftar barang-barang/bahan yang ada secara tertur menurut ketentuan yang berlaku. Inventaris dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap barang-barang . inventaris juga memberikan masukan yang sangat berharga dan berguna bagi efektivitas pengolahan sarana dan prasarana, seperti perencanaan, analisis kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, rehabilitas, dan penghapusan
F. Penyaluran
Penyaluran merupakan kegiatan yang menyangkut pemindahan dan tanggung jawab dari instansi/pemegang yang satu kepada instansi/pemegang yang lain dalam lingkunagan yang sempit seperti lingkungan fakultas, maka kegiatan pengeluaran ini dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan
G. Pemeliharaan
Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungssi dan digunakan dengan lancer tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan, maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu. Untuk menghindarkan adanya unsure-unsur pengganggu/perusak. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang.
H. Rehabilitasi
Baik barang-barang yang bergerak maupun barang-barang yang tidak bergerak yang kita pergunakan memang tidak ada yang abadi atau luput dari kerusakan, meskipun telah kita lakukanpemeliharaan secara sehari-hari dan secara berkala.
Rehabilitasi merupakan kegiatan untuk memperbaiki barang dari kerusakan dengan penggantian suku cadangnya agar barang tersebut dappat dipergunakan lagi sehingga mempunyai daya pakai yang lebih lama.
I. Penghapusan
Proses kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan/menhilangkan barang-barang milik Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku disebut penghapusan.
Penghapusan sebagai salah satu fungsi administrasi sarana pendidikan mempunyai arti :
1. mencegah membatasi kerugian/pemborosan biaya untuk keperluan pemeliharaan barang-barang yang semakin buruk kondisinya
2. meringankan beban kerja dan tanggung jawab pelaksana inventaris
3. membebaskan satuan organisasi dari pengurusan dan pertanggung jawaban barang yang tidak di produktif lagi
4. membebaskan ruangan atau pekarangan kantor dari penumpukan barang-barang yang tidak dipergunakan lagi
J. pengendalian
seluruh kegiatan administrasi sarana dan prasarana pendidikan yang telah dijelaskan didepan, masing-masing tidak dapat berjalan sendiri tanpa terkendalikan artinya setiap kegiatan masing-masing akan senantiasa tidak dapat lepas dari monitoring setiap saat oleh pimpinan organisasi serta senantiasa diperhatikan kerjasamanya satu dengan yang lainnya. Sebab bagaimanapun seluruh kegiatan pengelolaan tersebut harus selalu berjalan kompak, serempak dan terpadu
ketidak lancaran/hambatan yang terjadi pada salah satu fungsi akan merupakan hambatan bahkan kemacetan dari seluruh kegiatan pengelolan, namun demikian, pengendalian bukan merupakan suatu pengaturan yang kaku dan akan sangat membatasi ruang gerak masing-masing fungsi pengelolaan, tetapi agar merupakan koordinasi serta ekselerasi/percepatan bagi seluruh fungsi pengelolaan admiistrasi sehingga pemborosan tenaga, waktu dan biaya dapat dihindari.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Proses belajar mengajar akan semakin sukses bila ditunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Serta ditambah dengan partisipasi penuh dari para personel yang ditugasi yang terkait dengan pengelolaan fasilitas pendidikan tersebut berdasarkan rasa tanggung jawab yang tinggi
3.2 Saran-saran
Demikian makalah ini kami buat, apabila ada kekurangan / keasalahan baik tulisan maupun pengucapan, kami selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran.


DAFTAR PUSTAKA
Burhanuddin Yusak, Drs. “Administrasi Pendidikan”, Pustaka Setia, Bandung, 2005
Gunawan Ary H. Drs “Administrasi pendidikan sekolah” , Rineka Cipta, Jakarta 1996

0 comments:

Post a Comment

Warning !! Silahkan Copy paste asal tetap mencantumkan URL/Link Blog sebagai sumbernya. Powered by Blogger.